Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Tujuh Dosa yang Mematikan Dunia

Tujuh Dosa yang Mematikan Dunia Sekarang ; 1. Kaya tanpa kerja. 2. Senang tanpa hati nurani. 3. Pengetahuan tanpa karakter. 4. Bisnis tanpa moralitas. 5. Sains tanpa perikemanusiaan. 6. Agama tanpa pengorbanan. 7. Politik tanpa prinsip. (Mahatma Gandhi) MESKI Gandhi tewas 30 Januari 1948, namun ketujuh catatan dosa yang ditinggalkannya bukan hanya berguna bagi bangsa India, tapi perlu juga direnungi seluruh bangsa yang kini dihimpit kemelaratan dan kelaparan. Dengan ketujuh catatan tersebut, almarhum berhasil mensosialisasikan azas perjuangannya untuk mengusir kolonialis Inggris dari bumi Bharata. Satyangraha, Ahimsa dan Swadeshi adalah tiga azas yang mengajarkan bangsa India untuk berupaya memenuhi kebutuhan sendiri tanpa tergantung pada barang-barang impor serta berjuang tanpa kekerasan. Bila harus berhadapan dengan kekuatan yang menindas, dia menyarankan agar rakyatnya tidak melawan dengan kekerasan, namun menghadapinya dengan nonkomprom...

Kekuatan Pikiran

Cara berpikir seseorang dapat mempengaruhi kehidupan fisiknya. Bila seseorang berpikir bahwa hidupnya kelak akan melarat, maka ia benar-benar hidup dalam kemelaratan. Bila seseorang berpikir bahwa ia dapat hidup dalam kemewahan maka hal tersebut akan benar-benar dapat terjadi. Menurut “eternal law of harmonious attraction” pikiran seseorang dapat terwujud sesuai dengan sifat dasarnya. Allah benar-benar sesuai dengan prasangka hambaNya, di saat hambaNya berprasangka baik maka Allah akan memberikan kebaikan sesuai dengan prasangka itu.

Happy B Day Sir....

    Attend the sixtieth anniversary of general Selamat Ulang Tahun   (Jamrud) Hari ini... Hari yang kau tunggu bertambah satu tahun, usiamu Bahagialah kamu Yang kuberi... Bukan jam dan cincin Bukan seikat bunga, atau puisi Juga kalung hati Maaf, bukannya pelit Atau gak mau, modal sedikit Yang aku ingin, beri padamu Doa setulus hati... Semoga Tuhan Melindungi kamu Serta tercapai Semua angan can cita-citamu Mudah-mudahan Diberi umur panjang Sehat selama-lamanya Slamat ulang tahun...

TONGGAK KEHIDUPAN

Sekiranya saat ini kita merasa gagal dalam menggapai impian kita. Cobalah mengingat kembali masa lalu, saat kita merasa begitu percaya diri dan bersemangat – apa saja, misalnya : hari kelulusan, naik jabatan, sukses menutup penjualan, atau kelahiran anak pertama. Rasakan aliran pengalaman itu sekali lagi. Lihat dan dengar. Rasakan setiap detail peristiwa. Resapi kekuatan yang ada diri kita pada waktu mengalami peristiwa tersebut. Lalu yang terpenting, sering mengingatnya. Putarlah kembali film masa lalu kita, buka lagi file-file yang ada di memori kita. Lakukanlah perenungan lebih dalam lagi apa yang menyebabkan mimpi-mimpi dan cita-cita itu bisa diraih. Aktivitas apa saja yang sudah dilakukan dimasa lalu. Setelah itu ambillah langkah perubahan melalui tindakan. Melangkahlah keluar dari keterkungkungan yang menyelimuti diri dan fikiran kita yang berujung terpenjara diri dalam kehidupan. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir sukses maka pikiran kita akan memandu kita me...

Percepatan Diri

Percepatan diri bukan dimaknai secara lahir yang berarti kita melakukan sesuatu lebih cepat, seperti lari paling cepat, jalan paling cepat, makan paling cepat, mandi paling cepat dan bahkan tidur paling cepat :) .  Tapi hendaknya dimaknai secara batin dengan spirit kita  berbuat seperti seorang pelari maraton yang harus berlari dalam jarak jauh. Ia akan seefisien mungkin mengelola setiap sumber daya yang dimilikinya dan menjauhkan diri dari kemubaziran. Orang yang efisien adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke depan. Percepatan diri bisa diartikan bahwa kita dalam hidup ini harus mengejar berbagai ketertinggalan yang ada dalam diri kita, terutama ilmu. Hanya ilmu lah yang bisa membuat orang bahagia di dalam kehidupan ini, bahkan sampai akhir hayat kelak.  Singkatnya harus punya visi dan misi yang jelas. “Barang siapa ingin hidup bahagia di dunia maka cari lah ilmu, barang siapa ingin hidup bahagia di akhirat maka carilah ilmu, barang siapa ingin hidup bahagia di du...