Langsung ke konten utama

Postingan

Sekelumit Retrospeksi Dari Gus Baha

Foto Gus Baha diambil dari akun X @ferizandra   NU itu terlalu banyak  pengajian umum. Tradisi ngaji (kitab) mulai hilang. Itu lampu merah. Orang kaya suka ulama. Suka kiai. Tapi maunya ngatur ulama, tidak mau diatur ulama. Saya ga mau ngaji yang ribet itu. Harus pasang panggung, sound system, yang penting bupati datang. Ribet. Mereka habis 50 juta, 100 juta tidak masalah. Tapi sesuai mau mereka, yang datang jamaahnya banyak. Coba, kalo nuruti maunya kiai, ulama, ngajinya menganalisa kitab, uangnya buat mencetak naskah, pasti tidak mau. Saya ingin kebesaran ulama itu kembali, yaitu bisa mengatur orang kaya. Bukan seperti sekarang, diatur orang kaya. Banyak yang datang minta pengajian umun, bawa alphard, saya jawab kalo mau ngaji datang ke sini saja. Kalo kiai diatur-atur, kan ribet. Bukan saya anti. Dan itu perlu. Tapi sudah over. Tapi tradisi ngaji yang sebenarnya, yang jadi standar NU, sudah mulai ditinggalkan. Ditambah, kiai yang kedonyan, cinta dunia. Klop. Yang kaya, tahu...
Postingan terbaru

Demokrasi dalam Bayangan Politik Uang dan Patronase

Diambil dari wikipedia Hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain menentukan arah kepemimpinan ibu kota, pilkada ini juga mencerminkan fenomena yang lebih luas tentang dinamika demokrasi di Indonesia. Salah satu isu yang mencuat adalah maraknya penyalahgunaan kekuasaan, praktik politik uang, serta hubungan patronase dan klintelisme yang menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Demokrasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Demokrasi seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara bebas dan adil. Namun, kenyataannya, kekuasaan sering kali digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Dalam konteks pilkada, penyalahgunaan kekuasaan mencakup tindakan-tindakan seperti manipulasi data pemilih, tekanan terhadap aparat atau lembaga negara, serta penggunaan fasilitas negara untuk mendukung kampanye tertentu. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap sistem de...

Emanasi Ego dalam Filsafat Modern: Subjektivitas, Realitas, dan Akal Sehat

  Dibuat dengan Napkin AI Filsafat modern, yang berkembang sejak abad ke-17, telah membawa perubahan besar dalam cara manusia memahami dunia dan dirinya sendiri. Dimulai dengan pemikiran René Descartes, filsafat ini menempatkan subjek atau ego sebagai pusat dari seluruh pengetahuan. Pemikiran ini terus berkembang melalui filsuf-filsuf seperti George Berkeley, Immanuel Kant, dan Johann Gottlieb Fichte, yang menekankan bahwa segala sesuatu yang ada, baik dunia eksternal maupun internal, adalah manifestasi dari kesadaran diri atau ego. Konsep ini kemudian dikenal dengan istilah emanasi ego , yang menunjukkan bahwa dunia luar dan segala realitas yang kita ketahui tidak terpisah dari pikiran kita, melainkan berasal dari kesadaran kita itu sendiri. Namun, ada kekhawatiran bahwa jika konsep ini diambil dalam bentuk ekstrem, dapat menyebabkan individu terlepas dari realitas objektif dan terjebak dalam dunia subjektifnya, yang dapat mengarah pada gangguan mental atau bahkan dianggap seb...

I'll Do My Crying In The Rain

Taken from Quora I'll never let you see The way my broken heart is hurting me Aku tidak akan pernah membiarkan Anda melihat Cara patah hati saya menyakitiku I've got my pride and I know how to hide all my sorrow and pain Saya punya harga diri saya dan saya tahu bagaimana untuk menyembunyikan semua kesedihan saya dan rasa sakit I'll do my crying in the rain Saya akan benar-benar menangis   disaat hujan If I wait for cloudy skies You won't know the rain from the tears in my eyes Jika saya menunggu langit mendung Anda tidak akan tahu hujan dari air mata di mataku You'll never know that I still love you so Though the heartaches remain I'll do my crying in the rain Anda tidak akan pernah tahu bahwa aku masih mencintaimu sehingga Meskipun sakit hati tetap aku akan benar-benar melakukan tangisanku disaat hujan

The New Employee

1.       Are you Mr. Handoyo the new employee? Apakah anda Tuan Handoyo, karyawan baru itu? 2.       Yes, I am. Ya benar 3.       The boss told me to assist you .   Pimpinan menyuruh saya untuk membantu anda 4.       Please ask section chief Mr. Purwadi about the details of project . Silakan tanya pada kepala seksi Tuan Purwadi tentang rincian proyek tersebut 5.       When you have any question, troubles or whatever, don’t be hesitate to ask me . Bila anda punya suatu pertanyaan, kesulitan atau apa saja, jangan ragu bertanya pada saya. UNGKAPAN 1.       When you come to the office and go home, never fail to punch your time card. Pada saat anda datang ke kantor dan pulang, jangan lupa melubangi kartu absensi anda. 2.       When you are late, your record will come out red. Ap...

PRONOUN (Kata ganti)

Pronoun atau kata ganti adalah kata-kata yang digunakan untuk menggantikan orang atau benda. Ada 5 jenis kata ganti orang, yaitu 1.       Berfungsi sebagai subject (Subject Pronouns) ; 2.       Berfungsi sebagai object (object pronoun) ; 3.       Berfungsi sebagai adjective (possessive adjectives) ; 4.       Berfungsi untuk menyatakan kepunyaan (possessive pronouns) , dan 5.       Berfungsi untuk menyatakan refleksi diri (reflexive atau reciprocal pronouns) . Kelima pronoun tersebut disajikan pada tabel berikut : 1 2 3 4 5 Subject Pronouns Object Pronouns Possessive Adjectives Possessive Pronouns Reciprocal Pronouns I You (singular) You (plural) We They He She It me you you us them him her it ...