"Think not on what you lack as much as on what you have"
Kurang lebih makna dari peribahasa tersebut adalah : Jangan memikirkan apa yang belum Anda miliki, tetapi syukurilah apa-apa yang telah Anda punyai. Jangan selalu melihat ke atas, karena yang akan Anda lihat adalah orang-orang kaya yang memiliki segala yang belum Anda punyai. Lihatlah ke bawah, Anda akan melihat orang-orang yang tidak seberuntung Anda.
Peribahasa ini menasihati kita agar selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan.
٧. وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
٨. وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُواْ أَنتُمْ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً فَإِنَّ اللّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni'mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS: Ibrahim:7-8)
Orang yang paling beruntung dalam hidup ini bukanlah yangg memiliki harta banyak, pangkat tinggi, gelar, kedudukan dan lainnya, melainkan yang terpenting adalah:
- Orang yang diberi nikmat kemudian ia bersyukur.
- Orang yang ketika diberi ujian Allah kemudian ia bersabar, karena kesyukuran dan kesabaran itulah yang membuat dirinya semakin dekat dengan Allah swt.
Oleh karena itulah jika kita berdoa kepada Allah meminta harta, ilmu dan pangkat, ini belum tentu akan membawa kebaikan bagi kita apabila tidak disertai dengan sikap bersyukur dan bersabar, mungkin justru sebaliknya itu akan menjadi fitnah. Tidak sedikit orang terkenal, tapi berakhir hidupnya dengan tragis melalui bunuh diri. Tidak sedikit orang yang berkedudukan tetapi terhina justru karena kedudukannya. Banyak pula orang yang menderita dan tersiksa dengan keindahan rupanya. Orang yang berharta banyak tetapi diliputi oleh rasa takut dan kekhawatir akan hartanya, sehingga bertambah kehinaannya karena ketamakannya.
Jadi kalau kita hendak berdoa kepada Allah, sertakanlah kita menjadi orang yang mengingati Nya dan banyak bersyukur di atas anugrah Nya. Karena boleh jadi nikmat itu berubah menjadi laknat atau azab bergantung pada sikap kita. Maka Rasulullah saw. Mengajarkan, hendaklah senantiasa berdoa :
"ALLAHUMMA AINNI A’LA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI IBADATIKA".
Ya Allah jadikanlah kami hamba Mu yang senantiasa mengingati Mu dan Hamba mu yang senantiasa mensyukuri nikmat Mu, dan hamba Mu yang melakukan amal kebaikan karena Mu.
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar