Langsung ke konten utama

SYUKUR

"Think not on what you lack as much as on what you have"


Kurang lebih makna dari peribahasa tersebut adalah : Jangan memikirkan apa yang belum Anda miliki, tetapi syukurilah apa-apa yang telah Anda punyai. Jangan selalu melihat ke atas, karena yang akan Anda lihat adalah orang-orang kaya yang memiliki segala yang belum Anda punyai. Lihatlah ke bawah, Anda akan melihat orang-orang yang tidak seberuntung Anda. 

Peribahasa ini menasihati kita agar selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan.

  ٧. وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ 
٨. وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُواْ أَنتُمْ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً فَإِنَّ اللّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ  

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".  Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni'mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS: Ibrahim:7-8)

Orang yang paling beruntung dalam hidup ini bukanlah yangg memiliki harta banyak, pangkat tinggi, gelar, kedudukan dan lainnya, melainkan yang terpenting adalah: 
  1. Orang yang diberi nikmat kemudian ia bersyukur. 
  2. Orang yang ketika diberi ujian Allah kemudian ia bersabar, karena kesyukuran dan kesabaran itulah yang membuat dirinya semakin dekat dengan Allah swt.

Oleh karena itulah jika kita berdoa kepada Allah meminta harta, ilmu dan pangkat, ini belum tentu akan membawa kebaikan bagi kita apabila tidak disertai dengan sikap bersyukur dan bersabar, mungkin justru sebaliknya itu akan menjadi fitnah. Tidak sedikit orang terkenal, tapi berakhir hidupnya dengan tragis melalui bunuh diri. Tidak sedikit orang yang berkedudukan tetapi terhina justru karena kedudukannya. Banyak pula orang yang menderita dan tersiksa dengan keindahan rupanya. Orang yang berharta banyak tetapi diliputi oleh rasa takut dan kekhawatir akan hartanya, sehingga bertambah kehinaannya karena ketamakannya.


Jadi kalau kita hendak berdoa kepada Allah, sertakanlah kita menjadi orang yang mengingati Nya dan banyak bersyukur di atas anugrah Nya. Karena boleh jadi nikmat itu berubah menjadi laknat atau azab bergantung pada sikap kita. Maka Rasulullah saw. Mengajarkan, hendaklah senantiasa berdoa :

"ALLAHUMMA AINNI A’LA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI IBADATIKA".

Ya Allah jadikanlah kami hamba Mu yang senantiasa mengingati Mu dan Hamba mu yang senantiasa mensyukuri nikmat Mu, dan hamba Mu yang melakukan amal kebaikan karena Mu.

Semoga bermanfaat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demokrasi dalam Bayangan Politik Uang dan Patronase

Diambil dari wikipedia Hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain menentukan arah kepemimpinan ibu kota, pilkada ini juga mencerminkan fenomena yang lebih luas tentang dinamika demokrasi di Indonesia. Salah satu isu yang mencuat adalah maraknya penyalahgunaan kekuasaan, praktik politik uang, serta hubungan patronase dan klintelisme yang menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Demokrasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Demokrasi seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara bebas dan adil. Namun, kenyataannya, kekuasaan sering kali digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Dalam konteks pilkada, penyalahgunaan kekuasaan mencakup tindakan-tindakan seperti manipulasi data pemilih, tekanan terhadap aparat atau lembaga negara, serta penggunaan fasilitas negara untuk mendukung kampanye tertentu. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap sistem de...

Berhentilah Memerintah

---------------------------------- Anne Ahira Newsletter Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+  ---------------------------------- "Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya"  - Eugene B. Habecker Dear  Suparjo  pemimpin yang baik, Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani.  Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani. Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Layanilah orang lain den...

Inti Dakwah

Inti dakwah seluruh nabi dan rasul adalah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Tauhid ini disebut dengan tauhid uluhiyah . Setiap nabi dan rasul selalu memulai dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Saleh, Syu'aib, dan lain-lain. Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Beliau adalah bapaknya tauhid, karena keyakinan beliau adanya Allah melahirkan ketundukan dan ketaatan yang sempurna. Allah mengujinya dengan beberapa perintah dan larangan, dan beliau mampu melaksanakan seluruhnya dengan sebaik-baiknya, inilah hakikat dari tauhid. ".....Janganlah kamu menyembah selain Allah....." (QS. 02 : 83)