Langsung ke konten utama

4 Golongan Orang yang Tidak Mengembangkan Bakatnya

----------------------------------
Anne Ahira Newsletter

Think & Succeed!
Jumlah Pembaca:  500,000+
----------------------------------

"Semua mimpi kita dapat terwujud,

asalkan kita punya keberanian untuk
mewujudkannya" - Walt Disney
Dear Suparjo,
Semua orang diciptakan istimewa oleh
Tuhan dengan bakatnya masing-masing.
Tapi terkadang mereka terhalang oleh
pikirannya sendiri dalam
mengembangkannya.
Zig Ziglar, motivator dunia
mengkategorikan orang-orang  yang
tidak mengembangkan bakatnya ke dalam
4 golongan.
Orang pertama adalah yang menyangkal
dirinya memiliki bakat. "Ah, saya
tidak punya bakat apa-apa"
sangkalnya. Ia merasa tidak perlu
berbuat sesuatu atau berkontribusi
bagi orang lain atau kehidupan umat
manusia.
Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya
memang punya bakat. Tapi, tidak
sekarang mengembangkannya. Mungkin
besok, lusa atau nanti sajalah"
begitu alasannya.
Orang ketiga adalah yang merasa
takut. "Sebetulnya saya ingin
mengembangkan bakat saya. Tapi takut
gagal, daripada saya ditertawakan
orang, lebih baik saya diam saja,
bukankah lebih aman?" itu selalu yang
dikatakannya.
Orang keempat tidak mau bertanggung
jawab. Dia selalu berdalih bahwa
orang lain atau keadaanlah yang
salah. "Bagaimana saya dapat
mengembangkan bakat saya kalau orang
di sekitar saya dan keadaan tidak
mendukung" katanya menyalahkan
keadaan.
Suparjo, temanku yang berbakat, saya
yakin Anda tidak termasuk dalam
keempat tipe orang tersebut. Bakat
Anda terlalu sayang untuk
disia-siakan, karena artinya Anda
menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan
telah mendesain dan menciptakan
manusia dengan keistimewaannya
masing-masing. Kembangkan bakatmu,
kejarlah mimpimu.


------
Ads Plug-----------------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al-Wasi'

Alwasi' adalah satu dari nama dan sifat Allah Yang Mahasempurna. Maksudnya adalah yang luas sifat-Nya dan yang berkaitan dengannya. Tidak ada seorang pun yang dapat sampai kepada pujian terhadap-Nya. Sesungguhnya Dia seperti yang Dia puji diri-Nya. Dia-lah yang Mahaluas keagungan, kekuasaan, kerajaan, keutamaan, kebaikan, dan Yang Mahaagung kedermawanan dan kemuliaan-Nya. "Dan milik Allah timur dan barat. Kemana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." (QS. 02:115)

Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah adalah mengesahkan Allah dengan meyakini bahwa Dia adalah Rabb Yang Ma ha Menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi ini. Di antara nama dan sifat-Nya yang indah adalah Al-'Alim, artinya Allah Maha Mengetahui. Maknanya, ilmu-Nya meliputi yang zahir dan yang bathin; yang tampak maupun yang tersembunyi; yang di atas dan yang di bawah; yang telah berlalu, yang sekarang, dan yang akan datang. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatu apa pun. Dia mengetahui apa yang terjadi, apa yang akan terjadi, apa yang tidak terjadi, seandainya terjadi, dan bagaimana jika terjadi. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu dan Dia menghitung segala-galanya. "Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk mu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. 2 : 29)

Doing business is not to have something, but to do something

Berbisnis bukan demi memperoleh sesuatu, misalnya kekayaan atau kekuasaan, tetapi untuk melakukan sesuatu. Saya pribadi sangat menyukai aspek-aspek filosofis dibalik segala aktivitas, terutama bisnis. Jika berbisnis agar mendapatkan uang miliran rupiah, suatu saat pasti akan kecewa. Mungkin bisa saja kita mendapatkan apa yang kita inginkan, yaitu uang miliaran rupiah. Tapi cepat atau lambat, dalam hati nurani akan mengatakan, “apa arti semua ini?”. Kalau bisnis hanya karena ingin menjadi kaya, maka akan berhenti setelah merasa kaya. Kita akan terbangun suatu pagi dan merasa bahwa semua yang kita rencanakan tidak ada artinya, sebab kita sudah kaya. Secara otomatis proses kreatif dalam berbisnis, habis sudah. Mengabdi kepada keluarga dan sanak famili adalah keharusan yang sudah umum, dan bukan merupakan suatu keistimewaan. Namun mengabdi kepada masyarakat justru jauh lebih menantang. Di era sekarang ini tidak dipungkiri bahwa uang sudah dianggap ...