Allah Taala menjadikan manusia dijadikan lengkap dengan
kekuatan dan kelemahannya.
Tuhan tahu bagaimana menguatkan yang lemah
dan bagaimana menyuburkan yang kuat
Allah Taala tahu di mana kebaikan manusia,
dan di mana kejahatan mereka
Memang Tuhan ada membekali manusia dengan benih baik dan benih jahat
Tuhan tahu dari sumber apa manusia menjadi baik dan dari sebab apa dia menjadi jahat
Hatilah wadahnya yang bisa menerima kebaikan dan kejahatan
Di dalam masa setahun manusia berhadapan dengan
berbagai-bagai ujian dan tantangan
Ujian dan tantangan itu seperti tekanan hidup, sibuk dengan kerja,
berhadapan dengan tingkah laku manusia
Terjadi juga ujian-ujian yang mendadak,
Kemalangan, kecelakaan yang tidak disangka-sangka,
melihat, mendengar perkara yang merusakkan.
Ditambah lagi hasil didikan, dan bacaan kesemuanya ini
memberi kesan yang negatif kepada jiwa kebanyakan orang.
Kecuali orang yang kuat hubungan hatinya dengan Tuhan ,
jiwanya tidak rusak dan tidak terpengaruh, tidak memberi kesan.
Ujian-ujian itu tidak merusakkan jiwa mereka,
bahkan bertambah kuat hubungan hatinya dengan Tuhan.
Dengan rahmat Tuhan dan kasih sayang-Nya
Tuhan perintahkan puasa Ramadhan dan lain-lain ibadah tambahan,
Ramadhan dapat membaiki dan memulihkan kejahatan
dan kerusakan manusia setahun dengan hanya sebulan
Seolah-olah Ramadhan bulan overhaul hati insan.
Seperti kendaraan yang sudah lama dipakai,
banyak kerusakan telah terjadi terutama mesin, perlu overhaul/turun mesin/service besar
Overhaullah caranya memulihkan kendaraan
yang kondisinya sudah buruk.
Manusia yang sudah rusak jiwanya, fikirannya,
sikap dan tingkahlakunya dipulihkan melalui didikan Ramadhan.
Didikan Ramadhan merupakan satu paket pendidikan yang
antara satu sama lain kuat-menguatkan .
Siangnya puasa, shalawat ditambah lagi dengan Taraweh,
disusul dengan membaca Al Quran
Ditambah lagi dengan ibadah-ibadah sampingan,
zikir, wirid, tasbih, tahmid, salawat, tafakur
digalakkan bersedekah dan pemurah,
bermuzakarah yang menambah kesadaran
Keseluruhan itu asasnya adalah mujahadah(berjuang) melawan nafsu
menentukan didikan Ramadhan berkesan atau tidak bekesan
Didikan Ramadhan ada mujahadah, ada didikan puasa,
didikan shalat.
Ditambah lagi didikan Al Quran dan lain-lain lagi tambahannya.
Mujahadah artinya memerlukan kekuatan jiwa,
memaksa melakukan yang disuruh,
memaksa meninggalkan larangan.
Larangan itu ada yang lahir maupun yang batin mesti ditinggalkan
Mujahadah ertinya memaksa, tersiksa,
membenci, menjemukan, meletihkan
Kalau jiwa tidak kuat usaha tidak dapat diteruskan,
atau dilakukan tanpa kesungguhan
Kerana itulah mujahadah perlu pendorong yang luar biasa,
Pendorongnya ialah puasa yang hati dan fikirannya puasa,
shalat yang dapat dihayati,
didikan Al Quran yang difaham dan dijiwai
Di antara didikan shalat : menebalkan rasa kehambaan
dan menajamkan rasa bertuhan.
Di antara didikan Al Quran : di sana ada khabar gembira,
ada peringatan, ada suri tauladan juga ada kesadaran dan keinsafan
Didikan puasa: rasa lemah, rasa hamba,
rasa timbang rasa, menyadarkan dan menginsafkan
Dari 3 paket didikan yang utama itulah
Menjadi pemicu dan pendorong menguatkan jiwa, menyuburkan jiwa,
meneguhkan keyakinan .
Apabila jiwa kuat, jiwa subur, mujahadah pun kuat
Apabila jiwa kuat dan subur hikmah Ramadhan
dari 3 paket didikan tadi akan dapat membangunkan insan
Jika hikmah Ramadhan itu dapat dimiliki lahirlah manusia luarbiasa!
Ertinya manusia yang telah dioverhaul di bulan Ramadhan.
Mengembalikan manusia kepada fitrah sucinya
Lahirlah manusia yang luar biasa,
yaitu manusia yang benar-benar rasa kehambaan
Manusia yang tawadhuk, sabar, redha, berkasih sayang,
bertimbang rasa, pemurah, kerjasama
Malu akan jadi pakaian, tawakal menjadi perasaan, keyakinan kental
Apabila sifat ini dapat dimiliki, otomatis mazmumah terbasmi
Sombong, tamak, bakhil, pemarah, hasad,
dendam, gila puji, gila nama, gila dunia.
Inilah dia orang yang menang dan berjaya melalui didikan Ramadhan
Setelah Ramadhan manusia itu kembali suci seperti fitrahnya yang asal
Orang ini sajalah yang layak berhari raya.
Karena berjaya mengembalikan kesucian fitrahnya,
hari raya namanya.
Hari raya artinya mengembalikan fitrah suci lagi murni
Kalau fitrah yang suci murni ini kekal sepanjang tahun,
Ramadhan yang akan datang
hanya memberi cahaya saja lagi, bukan lagi overhaul, tinggal mengkilatkan.
Begitulah didikan Ramadhan ,namun betapa banyak orang yang gagal,
sedikit sekali yang berjaya mencapainya...
pantes kah kt merayakan kemenangan di I'd fitri... :'(
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
kekuatan dan kelemahannya.
Tuhan tahu bagaimana menguatkan yang lemah
dan bagaimana menyuburkan yang kuat
Allah Taala tahu di mana kebaikan manusia,
dan di mana kejahatan mereka
Memang Tuhan ada membekali manusia dengan benih baik dan benih jahat
Tuhan tahu dari sumber apa manusia menjadi baik dan dari sebab apa dia menjadi jahat
Hatilah wadahnya yang bisa menerima kebaikan dan kejahatan
Di dalam masa setahun manusia berhadapan dengan
berbagai-bagai ujian dan tantangan
Ujian dan tantangan itu seperti tekanan hidup, sibuk dengan kerja,
berhadapan dengan tingkah laku manusia
Terjadi juga ujian-ujian yang mendadak,
Kemalangan, kecelakaan yang tidak disangka-sangka,
melihat, mendengar perkara yang merusakkan.
Ditambah lagi hasil didikan, dan bacaan kesemuanya ini
memberi kesan yang negatif kepada jiwa kebanyakan orang.
Kecuali orang yang kuat hubungan hatinya dengan Tuhan ,
jiwanya tidak rusak dan tidak terpengaruh, tidak memberi kesan.
Ujian-ujian itu tidak merusakkan jiwa mereka,
bahkan bertambah kuat hubungan hatinya dengan Tuhan.
Dengan rahmat Tuhan dan kasih sayang-Nya
Tuhan perintahkan puasa Ramadhan dan lain-lain ibadah tambahan,
Ramadhan dapat membaiki dan memulihkan kejahatan
dan kerusakan manusia setahun dengan hanya sebulan
Seolah-olah Ramadhan bulan overhaul hati insan.
Seperti kendaraan yang sudah lama dipakai,
banyak kerusakan telah terjadi terutama mesin, perlu overhaul/turun mesin/service besar
Overhaullah caranya memulihkan kendaraan
yang kondisinya sudah buruk.
Manusia yang sudah rusak jiwanya, fikirannya,
sikap dan tingkahlakunya dipulihkan melalui didikan Ramadhan.
Didikan Ramadhan merupakan satu paket pendidikan yang
antara satu sama lain kuat-menguatkan .
Siangnya puasa, shalawat ditambah lagi dengan Taraweh,
disusul dengan membaca Al Quran
Ditambah lagi dengan ibadah-ibadah sampingan,
zikir, wirid, tasbih, tahmid, salawat, tafakur
digalakkan bersedekah dan pemurah,
bermuzakarah yang menambah kesadaran
Keseluruhan itu asasnya adalah mujahadah(berjuang) melawan nafsu
menentukan didikan Ramadhan berkesan atau tidak bekesan
Didikan Ramadhan ada mujahadah, ada didikan puasa,
didikan shalat.
Ditambah lagi didikan Al Quran dan lain-lain lagi tambahannya.
Mujahadah artinya memerlukan kekuatan jiwa,
memaksa melakukan yang disuruh,
memaksa meninggalkan larangan.
Larangan itu ada yang lahir maupun yang batin mesti ditinggalkan
Mujahadah ertinya memaksa, tersiksa,
membenci, menjemukan, meletihkan
Kalau jiwa tidak kuat usaha tidak dapat diteruskan,
atau dilakukan tanpa kesungguhan
Kerana itulah mujahadah perlu pendorong yang luar biasa,
Pendorongnya ialah puasa yang hati dan fikirannya puasa,
shalat yang dapat dihayati,
didikan Al Quran yang difaham dan dijiwai
Di antara didikan shalat : menebalkan rasa kehambaan
dan menajamkan rasa bertuhan.
Di antara didikan Al Quran : di sana ada khabar gembira,
ada peringatan, ada suri tauladan juga ada kesadaran dan keinsafan
Didikan puasa: rasa lemah, rasa hamba,
rasa timbang rasa, menyadarkan dan menginsafkan
Dari 3 paket didikan yang utama itulah
Menjadi pemicu dan pendorong menguatkan jiwa, menyuburkan jiwa,
meneguhkan keyakinan .
Apabila jiwa kuat, jiwa subur, mujahadah pun kuat
Apabila jiwa kuat dan subur hikmah Ramadhan
dari 3 paket didikan tadi akan dapat membangunkan insan
Jika hikmah Ramadhan itu dapat dimiliki lahirlah manusia luarbiasa!
Ertinya manusia yang telah dioverhaul di bulan Ramadhan.
Mengembalikan manusia kepada fitrah sucinya
Lahirlah manusia yang luar biasa,
yaitu manusia yang benar-benar rasa kehambaan
Manusia yang tawadhuk, sabar, redha, berkasih sayang,
bertimbang rasa, pemurah, kerjasama
Malu akan jadi pakaian, tawakal menjadi perasaan, keyakinan kental
Apabila sifat ini dapat dimiliki, otomatis mazmumah terbasmi
Sombong, tamak, bakhil, pemarah, hasad,
dendam, gila puji, gila nama, gila dunia.
Inilah dia orang yang menang dan berjaya melalui didikan Ramadhan
Setelah Ramadhan manusia itu kembali suci seperti fitrahnya yang asal
Orang ini sajalah yang layak berhari raya.
Karena berjaya mengembalikan kesucian fitrahnya,
hari raya namanya.
Hari raya artinya mengembalikan fitrah suci lagi murni
Kalau fitrah yang suci murni ini kekal sepanjang tahun,
Ramadhan yang akan datang
hanya memberi cahaya saja lagi, bukan lagi overhaul, tinggal mengkilatkan.
Begitulah didikan Ramadhan ,namun betapa banyak orang yang gagal,
sedikit sekali yang berjaya mencapainya...
pantes kah kt merayakan kemenangan di I'd fitri... :'(
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Komentar
Posting Komentar