Langsung ke konten utama

Pentingnya Teori Kepercayaan Diri untuk Perkembangan Jiwa

Kepercayaan diri merupakan modal dasar untuk menghadapi hidup. Dengan kepercayaan diri, maka kita selalu berpikiran positif terhadap segala hal yang terjadi. Pikiran positif inilah yang selanjutnya memberikan tenaga bagi kita untuk terus berusaha mencapai tujuan hidup. Dan, teori kepercayaan diri sudah seharusnya kita berikan kepada anak-anak, bahkan ketika mereka masih kecil. Sejak anak-anak masih bayi, kita terus berusaha memberikan atau menciptakan kondisi yang kondusif untuk anak-anak kita.
Teori kepercayaan diri merupakan satu aspek yang kita berikan kepada anak-anak kita sehingga tumbuh dan berkembang pikiran positif terhadap kehidupannya. Dan, pikiran positif terhadap kehidupan inilah yang selanjutnya dapat mengkondisikan kehidupan anak-anak pada sisi positif juga. Bukahkah, jika kita berpikir positif, maka kehidupan menjadi lebih ringan, seakan tidak berbeban?!
Dan,anak sebagai sosok penting untuk masa depan, sudah seharusnya mempunyai bekal terbaik agar tidak kesulitan jika saat tersebut datang. Anak harus memahami teori kepercayaan diri agar dia yakin bahwa kehidupannya di masa depan tidak kesulitan. Anak-anak mempunyai keyakinan dan kepercayaan atas kemampuan dirinya sehingga dapat melakukan berbagai hal terkait dengan kehidupannya. Anak dapat menjadi sosok yang berperan aktif dalam kehidupannya.

Kondisi Masyarakat Sekarang
Masalah kepercayaan diri memang sangat penting dan selalu menjadi sesuatu yang disyaratkan bagi setiap orang untuk melakukan suatu pekerjaan. Dengan kepercayaan diri ini, maka kita telah mengkondisikan kehidupan kita dengan sebaik-baiknya. Jika kita mempunyai kepercayaan diri, maka artinya kita telah mencapai sebagian dari program atau rencana kegiatan yang akan kita lakukan.
Masyarakat kita sekarang ini dalam kondisi labil. Berbagai aspek kehidupan mengalami perubahan kondisi sedemikian rupa sehingga banyak orang yang kehilangan kepercayaan diri. Akibat kondisi ini, maka pola kehidupan masyarakat kita tidak teratur. Dimana mana terjadi tumpang tindih, simpangsiur dan bahkan benturan antar personal sehingga berbagai kejadian yang negatif dalam masyarakat.
Kondisi ini sungguh tidak mendukung terciptakan pola kehidupan yang stabil dan berkualitas. Oleh karena itulah, maka sejak awal kita harus intens memberikan pendidikan dan pembelajaran tentang kepercayaan diri. Teori kepercayaan diri harus diajarkan kepada anak didik sebagai proses pengasuhan  sebagaimana yang dilakukan orangtua di dalam sebuah keluarga.

Teori Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri atau sebuah kondisi yang tercipta dalam diri kita sedemikian rupa sehingga kita dapat menghadapi setiap kondisi dalam kehidupan dengan penuh keyakinan atas kemampuan yang ada dalam diri. Keyakinan inilah yang selanjutnya kita katakan sebagai modal dasar dalam menjalani setiap kegiatan dalam hidup.
Dalam hal ini, teori kepercayaan diri kita dasarkan pada kenyataan sebab keyakinan diri tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa:
  • Kehidupan harus diperjuangkan
    Hidup dan kehidupan adalah sebuah proses dan lahan yang saling integrasi sehingga tidak dapat kita memisahkan satu terhadap yang lainnya. Keberadaan kita dalam kehidupan adalah karena kita mempunyai hidup. Jika kita tidak hidup, maka kita akan kehilangan eksistensi kehidupan kita.


    Oleh karena itulah, kita harusnya mempunyai keyakinan terhadap kemampuan untuk hidup agar dapat bertahan dalam kehidupan. Hal inilah yang seharusnya kita tekankan pada hati kita bahwa kita mampu menjalani kehidupan kita dengan baik. Keyakinan ini menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan memang harus diperjuangkan dengan sepenuh tenaga.
  • Kehidupan membutuhkan kompetensi diri

    Kehidupan ini merupakan rangkaian kegiatan yang harus dijalani sedemikian rupa sehingga kita harus siap menghadapi setiap kegiatan tersebut. Kesiapan ini dapat dilakukan dengan cara membekali diri dengan kompetensi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan.


    Tentunya kita tidak mungkin menjalani kehidupan ini dengan kemampuan yang seadanya, apalagi tanpa kemampuan yang memadai untuk masalah yang kita hadapi. Dalam konteks inilah kita dapat meyakinkan diri kita bahwa dengan kompetensi yang kita miliki, maka kita mempunyai kepercayaan diri dalam hidup.
  • Kepercayaan diri adalah tenaga paling besar dalam hidup

    Dalam kondisi yang lainnya, kita harus dapat memberikan pengertian kepada anak-anak yang berada dalam pengasuhan kita bahwa kepercayaan diri adalah tenaga terbesar dalam hidup. Dengan memiliki dan mengedepankan rasa percaya diri, maka kita mempunyai keyakinan untuk hidup lebih baik.


    Sekali lagi, kepercayaan diri merupakan konsep hidup positif yang harus ditumbuhkembangkan dalam pola pemikiran anak-anak dalam pengasuhan kita sehingga mereka menyadari kondisi. Setidaknya dengan menumbuhkembangkan kepercayaan diri ini, maka anak-anak menyadari bahwa mereka juga mampu melakukan kegiatan yang dilakukan oleh orang lain.


    Kepercayaan diri memang merupakan kondisi yang harus dimiliki oleh setiap orang agar kehidupannya menjadi lebih baik dan penuh dengan semangat. Dan, teori kepercayaan diri merupakan konsep dasar yang harus kita berikan kepada anak didik agar mereka mau belajar menumbuhkembangkan kepercayaan dirinya dalam kehidupan. Dengan menerapkan teori kepercayaan diri ini, maka kita mempunyai tenaga terbesar dalam kehidupan ini. (taken from : http://www.anneahira.com/teori-kepercayaan-diri.htm) 
Follow me at twitter : @suparjo  HP : 081510491015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demokrasi dalam Bayangan Politik Uang dan Patronase

Diambil dari wikipedia Hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain menentukan arah kepemimpinan ibu kota, pilkada ini juga mencerminkan fenomena yang lebih luas tentang dinamika demokrasi di Indonesia. Salah satu isu yang mencuat adalah maraknya penyalahgunaan kekuasaan, praktik politik uang, serta hubungan patronase dan klintelisme yang menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Demokrasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Demokrasi seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara bebas dan adil. Namun, kenyataannya, kekuasaan sering kali digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Dalam konteks pilkada, penyalahgunaan kekuasaan mencakup tindakan-tindakan seperti manipulasi data pemilih, tekanan terhadap aparat atau lembaga negara, serta penggunaan fasilitas negara untuk mendukung kampanye tertentu. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap sistem de...

Berhentilah Memerintah

---------------------------------- Anne Ahira Newsletter Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+  ---------------------------------- "Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya"  - Eugene B. Habecker Dear  Suparjo  pemimpin yang baik, Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani.  Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani. Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Layanilah orang lain den...

Inti Dakwah

Inti dakwah seluruh nabi dan rasul adalah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Tauhid ini disebut dengan tauhid uluhiyah . Setiap nabi dan rasul selalu memulai dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Saleh, Syu'aib, dan lain-lain. Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Beliau adalah bapaknya tauhid, karena keyakinan beliau adanya Allah melahirkan ketundukan dan ketaatan yang sempurna. Allah mengujinya dengan beberapa perintah dan larangan, dan beliau mampu melaksanakan seluruhnya dengan sebaik-baiknya, inilah hakikat dari tauhid. ".....Janganlah kamu menyembah selain Allah....." (QS. 02 : 83)