Langsung ke konten utama

Doing business is not to have something, but to do something

Berbisnis bukan demi memperoleh sesuatu, misalnya kekayaan atau kekuasaan, tetapi untuk melakukan sesuatu.
Saya pribadi sangat menyukai aspek-aspek filosofis dibalik segala aktivitas, terutama bisnis. Jika berbisnis agar mendapatkan uang miliran rupiah, suatu saat pasti akan kecewa. Mungkin bisa saja kita mendapatkan apa yang kita inginkan, yaitu uang miliaran rupiah. Tapi cepat atau lambat, dalam hati nurani akan mengatakan, “apa arti semua ini?”. Kalau bisnis hanya karena ingin menjadi kaya, maka akan berhenti setelah merasa kaya. Kita akan terbangun suatu pagi dan merasa bahwa semua yang kita rencanakan tidak ada artinya, sebab kita sudah kaya. Secara otomatis proses kreatif dalam berbisnis, habis sudah.
Mengabdi kepada keluarga dan sanak famili adalah keharusan yang sudah umum, dan bukan merupakan suatu keistimewaan. Namun mengabdi kepada masyarakat justru jauh lebih menantang. Di era sekarang ini tidak dipungkiri bahwa uang sudah dianggap segala-segalanya. Semua diukur dari yang kasat mata dan bersifat materi. Ketika kita pertama kali hendak memutuskan bisnis apa yang ingin kita tekuni, janganlah sampai terjebak pada kesalahan sepele seperti yang umumnya dilakukan kebanyakan orang.
Kesalahan apakah yang dilakukan kebanyakan orang? Ya, kebanyakan mereka terlalu berorientasi pada profit. Mereka terfokus dalam perhitungan rumit mengenai margin berapa margin laba. Mereka dibutakan oleh peluang keuntungan. Kenapa mereka melakukan seperti itu? Sebab mereka ingin segera menjadi kaya.
Banyak orang menghitung profit terlebih dahulu, sehingga lupa memperhatikan berbagai aspek lain yang mestinya lebih substansial. Misalnya, cocok atau tidaknya karakter kepribadian mereka dengan bisnis yang mereka geluti. Dengan demikian akan ketemu passion-nya.
Zakat seharusnya dijadikan suatu tolok ukur dalam melaksanakan bisnis. Umumnya setiap perusahaan selalu mematok target bisnis tahunan berupa pendapatan dan laba (profit margin). Tidak demikian halnya dengan Thoha Putra Center, Semarang. “Kami tiap awal tahun menetapkan berapa jumlah zakat yang akan kami keluarkan tahun ini. Itulah patokan kami dalam mengejar target bisnis tahun ini. Jadi, sukses perusahaan ditentukan oleh seberapa besar zakat yang bisa kami keluarkan,” demikian tutur H. Hasan Thoha Putra, MBA, Direktur Utama Thoha Putra Center, Semarang.
Jadi janganlah terlalu terfokus pada profit atau peluang keuntungan. Profit itu ibarat janji yang tidak bisa kita pegang erat-erat. Kita bisa membayangkannya, tapi cukup sulit untuk meraihnya.
Kita harus selalu ingat bahwa tujuan berbisnis adalah to do something. Atau , to provide product to customer. Jadi fokuskan pada apa yang bisa kamu lakukan untuk ‘melakukan sesuatu’, atau member nilai tambah dalam produk yang kau hasilkan, agar kepuasan konsumen bertambah. Buatlah rancangan struktur biaya, kendalikan proses agar bisnis tetap efisien. Hadapilah persaingan dengan pikiran yang terbuka dan cerdas. Barulah kita akan mendapatkan imbalan dari usaha yang kita lakukan.
Jadi laba adalah konsekuensi logis dari apa yang telah kita lakukan. Jika kita mengerjakannya lebih baik dari pesaing, kita layak mendapatkan laba lebih banyak. Tapi sebaliknya, seumpama kita melakukan lebih buruk dan lebih tidak efesien, maka tidak banyak laba yang bisa diperoleh.
Kita boleh bercita-cita menjadi kaya. Namun kita juga harus menyadari sepenuhnya bahwa uang dan kekayaan adalah konsekuensi logis dari apa yang kita lakukan. Jika kerja kita bagus, kita akan mendapatkan uang sebagai imbalan. Jika kita bisa mengelola uang, maka kita akan menjadi kaya. Dan itu sudah menjadi sunatullah (hukum alam) yang sulit diruntuhkan kebenarannya.
Doing business is not to have something, but to do something. Jangan berfokus pada apa yang bisa kamu bayangkan, tetapi fokuskan perhatianmu pada apa yang bisa kamu lakukan.

Salam Bisa!!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al-Wasi'

Alwasi' adalah satu dari nama dan sifat Allah Yang Mahasempurna. Maksudnya adalah yang luas sifat-Nya dan yang berkaitan dengannya. Tidak ada seorang pun yang dapat sampai kepada pujian terhadap-Nya. Sesungguhnya Dia seperti yang Dia puji diri-Nya. Dia-lah yang Mahaluas keagungan, kekuasaan, kerajaan, keutamaan, kebaikan, dan Yang Mahaagung kedermawanan dan kemuliaan-Nya. "Dan milik Allah timur dan barat. Kemana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." (QS. 02:115)

Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah adalah mengesahkan Allah dengan meyakini bahwa Dia adalah Rabb Yang Ma ha Menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi ini. Di antara nama dan sifat-Nya yang indah adalah Al-'Alim, artinya Allah Maha Mengetahui. Maknanya, ilmu-Nya meliputi yang zahir dan yang bathin; yang tampak maupun yang tersembunyi; yang di atas dan yang di bawah; yang telah berlalu, yang sekarang, dan yang akan datang. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatu apa pun. Dia mengetahui apa yang terjadi, apa yang akan terjadi, apa yang tidak terjadi, seandainya terjadi, dan bagaimana jika terjadi. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu dan Dia menghitung segala-galanya. "Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk mu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. 2 : 29)