Langsung ke konten utama

USAHA MERAIH IMPIAN TIDAK SELALU DISERTAI DENGAN LANGIT YANG BIRU DAN CERAH

Life is like this... :)
Sehebat apa pun masukan yang diberikan kepada kita, jika kita tidak mengambil keputusan untuk melakukannya sendiri, maka tidak akan bisa membuat kita berubah dan memperoleh pencerahan yang lebih baik. Sekiranya kita ingin meraih cita-cita dan impian yang kita inginkan, kita harus menempuh sendiri jalan yang akan kita lalui.
Perjalanan hidup memang tidak selalu mulus seperti yang telah kita rencanakan. Usaha meraih impian tidak selalu disertai dengan langit yang biru dan cerah, bahkan terkadang harus melalui badai, keringat, dan air mata. Itulah perjalanan hidup. Pepatah Perancis mengatakan, ketika bawang dikupas lapis demi lapis, maka setiap lapis bawang yang dikupas akan merangsang kita untuk mengeluarkan air mata. Harus selalu ada usaha dan kerja keras untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik.
Thomas Alva Edison (sang penemu lampu pijar, listrik), pernah bertutur bahwa kesuksesan itu 99% kerja keras dan 1% adalah kejeniusan atau ide.
Jadi, jelas bahwa hidup adalah perjuangan tanpa akhir hingga kita menghadap Sang Khalik untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita. Itulah sebabnya, tidak akan ada perubahan hidup jika dilakukan dengan santai-santai.
Sukses bukanlah tujuan, melainkan perjalanan panjang yang penuh onak dan duri. Dengan demikian sukses sifatnya hanya sementara. Oleh karena itu ketika kita sudah mencapai puncak kesuksesan, jangan lah berhenti dan merasa puas. Ada baiknya ciptakanlah puncak-puncak kesuksesan yang lainnya. Sehingga orang disekitar kita pun akan menikmati kesuksesan kita. Akan lebih dahsyat lagi mana kala kita bisa membuat dan membantu orang lain bisa sukses melebihi dari diri kita.
Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, tawakal dan tingkatkan iman. Sukses untuk Anda semua…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demokrasi dalam Bayangan Politik Uang dan Patronase

Diambil dari wikipedia Hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain menentukan arah kepemimpinan ibu kota, pilkada ini juga mencerminkan fenomena yang lebih luas tentang dinamika demokrasi di Indonesia. Salah satu isu yang mencuat adalah maraknya penyalahgunaan kekuasaan, praktik politik uang, serta hubungan patronase dan klintelisme yang menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Demokrasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Demokrasi seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara bebas dan adil. Namun, kenyataannya, kekuasaan sering kali digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Dalam konteks pilkada, penyalahgunaan kekuasaan mencakup tindakan-tindakan seperti manipulasi data pemilih, tekanan terhadap aparat atau lembaga negara, serta penggunaan fasilitas negara untuk mendukung kampanye tertentu. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap sistem de...

Berhentilah Memerintah

---------------------------------- Anne Ahira Newsletter Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+  ---------------------------------- "Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya"  - Eugene B. Habecker Dear  Suparjo  pemimpin yang baik, Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani.  Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani. Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Layanilah orang lain den...

Inti Dakwah

Inti dakwah seluruh nabi dan rasul adalah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Tauhid ini disebut dengan tauhid uluhiyah . Setiap nabi dan rasul selalu memulai dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Saleh, Syu'aib, dan lain-lain. Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Beliau adalah bapaknya tauhid, karena keyakinan beliau adanya Allah melahirkan ketundukan dan ketaatan yang sempurna. Allah mengujinya dengan beberapa perintah dan larangan, dan beliau mampu melaksanakan seluruhnya dengan sebaik-baiknya, inilah hakikat dari tauhid. ".....Janganlah kamu menyembah selain Allah....." (QS. 02 : 83)