Sebuah survei belum lama ini oleh John Naisbitt, pengarang Megatrends 2000, menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah semakin banyak orang pindah dari kota-kota besar ke kawasan hunian di daerah pinggiran kota; dari daerah pinggiran ke kawasan hunian eksklusif di pegunungan atau pantai indah, dan dari kawasan peristirahatan ke daerah pedalaman. Semua itu lebih banyak dibanding orang-orang yang pindah ke perkotaan.
Mengapa demikian? Sebab menurut laporan, mereka entah bagaimana merasa seperti “kehilangan” jiwa maka mereka perlu menjalin kembali kontak dengan diri sendiri, dengan Alam, dan dengan rasa kebersamaan manusiawi yang mereka rindukan. Mereka ingin menikmati Hidup yang Berkualitas; hidup yang memberi, bukannya hidup yang menguras spirit mereka.
Bersamaan dengan itu, dunia seperti sedang mengalami masa Renaisance baru. Di hampir semua negara, semakin banyak galeri-galeri seni baru, gedung-gedung konser baru, dan museum-museum baru. Dan di banyak negara, dibanding dalam masa-masa sebelum kini, semakin banyak orang mempelajari seni musik, menggambar, melukis, menulis kreatif, teater, dan menari (baik professional maupun hanya untuk kaesenangan pribadi).
Kini kita hidup pada awal Abad Ke-21, Abad Intelektual, dan Milenium Pikiran, dalam suatu dunia yang tengah mengubah diri dari zaman kegelapan ke abad kesadaran, perkembangan, dan pencerahan spiritual. Kita bagian dalam proses tersebut.
“Orang besar adalah mereka yang sadar bahwa faktor spiritual lebih kuat daripada kekuatan materi.”
(Ralph Waldo Emerson)
Taken from : the power of spiritual intelligence - tony buzan
Komentar
Posting Komentar