Langsung ke konten utama

KEKUATAN SPIRITUAL


"Orang besar adalah mereka yang sadar bahwa faktor spiritual lebih kuat daripada kekuatan materi."

Sebuah survei belum lama ini oleh John Naisbitt, pengarang Megatrends 2000, menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah semakin banyak orang pindah dari kota-kota besar ke kawasan hunian di daerah pinggiran kota; dari daerah pinggiran ke kawasan hunian eksklusif di pegunungan atau pantai indah, dan dari kawasan peristirahatan ke daerah pedalaman. Semua itu lebih banyak dibanding orang-orang yang pindah ke perkotaan.

Mengapa demikian? Sebab menurut laporan, mereka entah bagaimana merasa seperti “kehilangan” jiwa maka mereka perlu menjalin kembali kontak dengan diri sendiri, dengan Alam, dan dengan rasa kebersamaan manusiawi yang mereka rindukan. Mereka ingin menikmati Hidup yang Berkualitas; hidup yang memberi, bukannya hidup yang menguras spirit mereka.

Bersamaan dengan itu, dunia seperti sedang mengalami masa Renaisance baru. Di hampir semua negara, semakin banyak galeri-galeri seni baru, gedung-gedung konser baru, dan museum-museum baru. Dan di banyak negara, dibanding dalam masa-masa sebelum kini, semakin banyak orang mempelajari seni musik, menggambar, melukis, menulis kreatif, teater, dan menari (baik professional maupun hanya untuk kaesenangan pribadi).

Kini kita hidup pada awal Abad Ke-21, Abad Intelektual, dan Milenium Pikiran, dalam suatu dunia yang tengah mengubah diri dari zaman kegelapan ke abad kesadaran, perkembangan, dan pencerahan spiritual. Kita bagian dalam proses tersebut.

“Orang besar adalah mereka yang sadar bahwa faktor spiritual lebih kuat daripada kekuatan materi.”
(Ralph Waldo Emerson)

Taken from : the power of spiritual intelligence - tony buzan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demokrasi dalam Bayangan Politik Uang dan Patronase

Diambil dari wikipedia Hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain menentukan arah kepemimpinan ibu kota, pilkada ini juga mencerminkan fenomena yang lebih luas tentang dinamika demokrasi di Indonesia. Salah satu isu yang mencuat adalah maraknya penyalahgunaan kekuasaan, praktik politik uang, serta hubungan patronase dan klintelisme yang menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Demokrasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Demokrasi seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara bebas dan adil. Namun, kenyataannya, kekuasaan sering kali digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Dalam konteks pilkada, penyalahgunaan kekuasaan mencakup tindakan-tindakan seperti manipulasi data pemilih, tekanan terhadap aparat atau lembaga negara, serta penggunaan fasilitas negara untuk mendukung kampanye tertentu. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap sistem de...

Berhentilah Memerintah

---------------------------------- Anne Ahira Newsletter Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+  ---------------------------------- "Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya"  - Eugene B. Habecker Dear  Suparjo  pemimpin yang baik, Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani.  Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani. Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Layanilah orang lain den...

Inti Dakwah

Inti dakwah seluruh nabi dan rasul adalah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Tauhid ini disebut dengan tauhid uluhiyah . Setiap nabi dan rasul selalu memulai dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Saleh, Syu'aib, dan lain-lain. Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Beliau adalah bapaknya tauhid, karena keyakinan beliau adanya Allah melahirkan ketundukan dan ketaatan yang sempurna. Allah mengujinya dengan beberapa perintah dan larangan, dan beliau mampu melaksanakan seluruhnya dengan sebaik-baiknya, inilah hakikat dari tauhid. ".....Janganlah kamu menyembah selain Allah....." (QS. 02 : 83)