Langsung ke konten utama

ANTUSIASME

Antusiasme adalah kata yang indah, berasal dari bahasa Yunani enthousiazein (dimiliki oleh Tuhan) dan entheos (Tuhan menyemangati). Terjemahan harfiahnya adalah "Tuhan di dalam diri kita". Dan empat huruf terakhir dari antusiasme (enthusiasm), IASM, adalah singkatan dari I Am Sold Myself, Saya Memasrahkan Diri. Antusias akan sesuatu, entah berupa konsep atau barang, atau bahkan orang lain, berarti : saya memasrahkan diri, tanpa keraguan. Dengan antusiasme dan keyakinan semacam itu datanglah kekuatan Tuhan yang menjadikan segala yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Dalam keyakinan agama yang saya anut pun sudah jelas hal tersebut dinamakan Taqwa. Taqwa sendiri mempunyai arti menjauhi segala larangan Allah dan berusaha dengan segala kemampuan daya upaya untuk menjalankan segala perintah-Nya.
Allah sendiri sudah bersabda dalam Alquran yang artinya barang siapa bertaqwa maka akan diberikan jalan kemudahan yang tidak disangka-sangka.
Semangat dalam hidup mutlak harus kita miliki. Sebab hanya dengan dilandasi semangat maka kita bisa bergerak. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin untuk kita raih di kehidupan ini. Dengan niat yang sungguh-sungguh dan penuh keyakinan disertai Positive Mental Attitude. Insya Allah kesuksesan dapat kita raih.... Salam BISA... Luar Biasa.
Sent from my BlackBerry®powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demokrasi dalam Bayangan Politik Uang dan Patronase

Diambil dari wikipedia Hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain menentukan arah kepemimpinan ibu kota, pilkada ini juga mencerminkan fenomena yang lebih luas tentang dinamika demokrasi di Indonesia. Salah satu isu yang mencuat adalah maraknya penyalahgunaan kekuasaan, praktik politik uang, serta hubungan patronase dan klintelisme yang menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Demokrasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Demokrasi seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara bebas dan adil. Namun, kenyataannya, kekuasaan sering kali digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Dalam konteks pilkada, penyalahgunaan kekuasaan mencakup tindakan-tindakan seperti manipulasi data pemilih, tekanan terhadap aparat atau lembaga negara, serta penggunaan fasilitas negara untuk mendukung kampanye tertentu. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap sistem de...

Berhentilah Memerintah

---------------------------------- Anne Ahira Newsletter Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+  ---------------------------------- "Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya"  - Eugene B. Habecker Dear  Suparjo  pemimpin yang baik, Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani.  Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani. Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Layanilah orang lain den...

Inti Dakwah

Inti dakwah seluruh nabi dan rasul adalah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Tauhid ini disebut dengan tauhid uluhiyah . Setiap nabi dan rasul selalu memulai dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Saleh, Syu'aib, dan lain-lain. Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Beliau adalah bapaknya tauhid, karena keyakinan beliau adanya Allah melahirkan ketundukan dan ketaatan yang sempurna. Allah mengujinya dengan beberapa perintah dan larangan, dan beliau mampu melaksanakan seluruhnya dengan sebaik-baiknya, inilah hakikat dari tauhid. ".....Janganlah kamu menyembah selain Allah....." (QS. 02 : 83)